HYANG PLETAU ARGOPURO HARUS SABAR

Pada awalnya saling tidak mengenali dan cuma mengerti di sosmed,setelah beberapa lama di grup  berbincang"mengenai managemen pendakian kita ber 5 menuju meeting point di alun alun besuki di daerah situbondo 20/11/17 pukul 01.00 dini hari.saling menjabat tangan dan memperkenalkan diri sofyan ( jogja),bram (malang),minor (malang),sarip (malang) dan saya rindra (tulungagung).tak lama saya pergi mencari tumpangan menuju basecamp alhasil saya punya sahabat yang bekerja di PLN besuki burhan (tulungagung),tanpa mengolor waktu saya beserta teman baru saya naik ke pickup PLN untuk mencari logistik yang kurang dan setelah itu saya di antar ke basecamp baderan pukul 03.00 setelah itu beristirahat sampai pagi.setelah sarapan dan mengurus surat ijin masuk kawasan hutan mulailah hari pertama mendaki di hiyang pletau.


Hari pertama 20/11/17 pukul 10.00 melakukan pendakian dan cuma berlima kami di gunung itu,melewati kampung kecil,sawah,ladang dan sebelum masuk hutan mulailah hujan pertama mengguyur kami.meski hujan kami tetap berjalan dan memakai jas hujan setelah kurang lebih 2 jam hujan berhenti di depan pintu masuk hutan,kami beristirahat dan bercanda ala gunung yang tadinya ada kera jatuh,terpeleset di jalur ojek.sambil sebat tiba tiba jalur pendakian dari atas ada suara air mengalir dengan deras air itu mengaliri jalur ojek tadi dan mulailah susur sungai bukan mendaki gunung hahaha setelah berjalan kurang lebih 4 jam kita di guyur hujan lagi dan jalan mulai menanjak dan jalurnya mulai sempit karena jalur itu jalur ojek di saat kita jalan di situ seperti model busana jalan ala cetwok.setelah pukul 17.00 kami melakukan camp di daerah mata air 1 yang lumayan cukup luas membuka 2 tenda dan di iringi alunan musik hutan dan suara angin pada hari itu angin cukup gede.kami beristirahat dan masak buat makan malam alangkah sederhananya kami membuat makan malam dan berbincang ala bahasa daerah masing" tertawa leluas dan taada orang lain mengganggu kecuali hewan wkwk...





Di hari ke 2 21/11/17 pukul 07.00 kurang lebih kami mulai beraktivitas mulai dari sarapan,mencari air.buat jalan,packing.dan kurang lebih pukul 11.00 kami mulai pendakian cukup kesiangan karena cuaca di situ kurang bersahabat,kita mulai lagi susur sungai wkwk karena bekas cembongan air dan bekas ojek kita jalan lagi ala cetwok wkwk sambil terpeleset sampai"turun kebawah lagi naik lagi cuma di hibur dengan ketawa terbahak"melihat teman terpeleset,setelah sampai di alun-alun kecil kami beristirahat sejenak dan sambil ketawa"akibat jalan di cetwok sambil terpleset sungguh candaan sederhana dan sampai sekarang ketawa itu masih ada di pikiran ku.setelah melanjutkan perjalanan kita melalui alun-alun besar,sabana sebanyak 4 kali dan terakir melihat bendera merah putih pohon tunggal dan suara merak yang menandai bahwa sudah dekat dengan CIKASUR mulai dari hati punggung kaki mulai terasa adem dan ringan karena tujuan kami telah sampai sebelum menyebrang sungai kolbu kata teman" sih tapi gak tau nama sungai itu,saya berjalan menuju sungai di baris paling belakang dan saya  menoleh kiri kanan dan terjatuh di sabana itu tidak ada yang tau saya ketawa sendiri sambil tersenyum sendiri karena jatuh diam-diam wkwk.pukul 17.40 kami mendirikan tenda setelah itu memasak nasi buat makan malam dan tidur karena kelelahan tertawa melulu wkwk.



Hari ke 3 22/11/17 pagi-pagi buta ada yang keluar untuk bertemu langsung dengan merak dan ada lagi yang agenda bangun pagi (boker) wkwk,di CIKASUR itu banyak hewan seperti merak kebanyakan merak sih tapi saya menemukan babi hutan berjumlah kurang lebih 7 ekor tapi babi itu jauh dari camp kita,dan ada lagi cerita konon disini ada bekas landasan bandara rahasia milik belanda yang katanya dulunya untuk mengambil kekayaan alam pegunungan hiyang pletau ini percaya ga percaya tergantu diri kalian masing",setelah masak nasi kami bertiga minor,sarip,saya menuju sungai kolbu untuk berenang dan mencari selada air untuk tambahan logistik dan hati-hati juga kalau di sungai ini banyak tumbuhan namanya jancukan kalau kena durinya bikin berkata jancuk wkwk,saya disini merasa seperti menjadi warkamsi alias penghuni hutan mulai dari ketergantungan dengan alam seperti minum di sungai mencari tambahan logistik menggantungkan dengan kekayaan alam di situ dan hidup di alam bebas bersama satwa liar,sekaligus bersama teman-teman yang menerima apa adanya masing masing dan merubah bukan lagi teman melainkan sahabat.pukul 11.00 kami melanjutkan ke CISENTOR disini mulai menanjak dan di seluruh jalan kami menemukan bekas babi mengeker-eker jalan sampai-sampai jalan itu rusak dan semrawut mungkin masih alami jadi hewan berkeliaran itu sudah menjadi kebiasaan disini kita masih menemukan sabana dan sampi di perbatasan probolinggo kata temen sih di sini masih hamparan luas dan pohon" besar mulai dari babi berlari" merak di jalan pendakian sampai ayam hutan berjalan" seperti saya hidup di amazon wkwkw setelah pukul 13.00 kurang lebih saya sudah mulai mendapat lerengan dan berhati"karena kiri kanan atas ada jancukan wkwk disini saya menemukan dua ekor lutung kalau ga salah dan gedenya sebesar anak berusia 9 tahun behh sempeet kaget juga untung dia di daerah jurang untuk mencari makan.pas waktu dapat turunan menuju lembah CISENTOR di kiri ada jurang di situ tempat lutung tapi berbadan normal ga terlalu gede.setelah di CISENTOR hujan mulai turun dan laper mulai tiba wkwk tiba akirnya memutuskan makan sore membuat sop sekitar pukul 15.00,disini katanya tempat minum kucing besar disini ada sungainya lo.menuju rawa embik jalan mulai ngetrap habis"an dan masih banyak bekas babi,ada sedikit kelompok lutung dan anehnya ada anak yang di gendong ibunya itu berwarna kuning"emas dan sedangkan lainya hitam,disini kita masih menemukan sabana kalau disini sabananya lebih istimewa karena jarang dibuat camp jadi masih asri dan indah setelah di rawa embik pukul 17.00 kami mengambil persediaan air untuk di bawa ke alun alun lonceng karena disini mata air yang terakir.sambil gerimis-gerimisan kami jalan dan disini itu tempat sabana yang sangat indah jalan tengok kiri kanan sabanya terselip di embun embun menuju malam dan banyak pohon eidelwais tpi sayang belum berbunga,setelah ngetrap ta usa-usai kami tiba di alun alun lonceng sekitar pukul 19.00 sambil kehujanan jalan tertutup kabut dan hati dakdikduk takut kalau terjadi hal buruk menimpa kami,setelah mendapat tempat camp yang amat nyaman kami membuka tenda masing-masing dan mulai memasak,bercengkrama sebentar karena tidak bisa lama"dan harus menghemat air juga,disini lembah jadi dinginya super,dapet tidur terasa pulas sangking capek.



Hari ke 4 23/11/17 pukul 05.00 kami melakukan aktivitas untuk pergi ke puncak rengganis.menuju puncak rengganis cuma membutuhkan 5 menit disini itu konon dulunya di huni dewi rengganis dan para penghuni istana lain di halaman sebelum puncak ada sebuah bekas kolam dan pintu masuk menuju puncak puncak di seblah kiri ada bekas kawah tapi sudah mati dan di sebelah kanan adalah tempat puncak rengganis disini puncak dari istananya pamandangannya sangat luar biasa dan ta henti-henti menoleh kanan kiri.diperkirakan dewi rengganis membangun istananya ini setelah kawah di sebelah kiri meletus soal jika kawah ini aktif maka akan mengeluarkan gas beracun yang akan membunuh siapapun yang menghirup gas tersebut,kalau musim hujan beruntung di atas puncak ini ada tempat kubangan air bekas istana,hati-hati juga di sini masih banyak hewan buas soal pintu masuknya agak ketutup pohon.setelah beberapa menit di situ kami ber lima turun dan membersihkan tempat camp tadi untuk melanjutkan ke puncak argopuro,puncakm arca,dan turun menuju danau taman hidup.menuju ke puncak argopuro disini barisan paling depan minor barisan ke dua saya meliat babi hutan yang mencari makan dan sontak kaget kami berdua melihat langsung dengan amat dekat mungkin 10 m kami berdua bingung untuk lari kemana wkwkw...untung babi itu tidak melihat kami.jalan di depan kami sangat menanjak dan tinggi karena kami menaiki puncak argopuro dari sini Cuma membutuhkan 15 menit cukup dekat dekan dengan puncak rengganis.setelah di puncak argopuro ,kami melanjutkan ke puncak arca disini paling sulit soalnya kami harus menuruni puncak argopuro setelah itu melipir kanan kiri jurang dan jalan semakin sempit tambah bebatuan yang menemani perjalanan menuju puncak terakir kami.setelah itu kami turun cukup lama di perjalanan kami menemukan tetesan air yang bisa menambah persediaan air .kami berjalan menuju pulang masih saja ketemu bekas babi hutan yang merusak jalan pendakian babi itu di mana mana wkwkwk.....setelah menemui sungai putih klau gak salah sih kami beristirahat makan sebentar dan melanjutkan menuju hutan lumut sebelum masuk pintu hutan ada candaan yang sampai sekarang belum move on di sela capek kami 4 orang di depan mengumpat di balik bawah pohon yang agak menurun sebelumnya ada kode rahasia yang menandai kami yaitu teriakan oooouuuuuuuu.......... wkwkwkw... setelah sayang memberi kode berkali-kali ta ada yang menyaut kode saya sedangkan si om sofyan di belakang saya agak jauh dikit sih terus sayang mengejar yang di depan sampai ketemu pohon di situ saya merasa mulai panik soalnya embun mulai tebal dan warkamsi lain mengumpat ‘’jancuk di tinggal matane wong-wong nang endi iki’’dalam hati bilang begitu wkwkw trus saya mulai diam menunggu yang belakang di situ mulai panik soal ada pergerakan yang mencurigai seperti hewan buas yang sedang mengintai pindang wkwk saya berteriak-triak sendiri sambil ketakutan pas di situ ada suara orang yang sedang tertawa tapi di umpat setelah saya cari-cari ternyata warkamsi ber4 itu bersembunyi di bawah pohon di dekat saya sontak kaget dan tertawa terbahak-bahak dalam situasi cukup menegangkan kalian masih bisa bermain-main wkwkwk......di situ kami beristirahat sambil sebat karena mau masuk hutan lumut cuaca cukup mendung.melanjutkan perjalanan menuju hutan lumut kami di guyur hujan cukup deras disini hawa mulai lembab pohon pohon berlumutan amat seram takutnya gak tau ada hewan yang menyabar kami wkwkwk.sebelum danau taman hidup di sini ada sungai kecil yang cukup jernih disini tempat pengambilan air jernih soal air danau agak kotor.setelah sampai di danau kami sangat amat senang melihat hamparan air setelah 4 hari Cuma melihat hutan,sabana,hewan,sungai kecil dan tak ada orang satu pun yang melintas.tempat bersitirahat yang cukup menegangkan karena di tengah malam ada keributan babi hutan dan kucing besar entah bertarung atau apa kami gak berani keluar tenda wkwk.









Hari ke 5 24/11/17 menikmati sambutan pagi di hari terakir dengan suguhan matahari yang muncul di balik bukit panas yang mulai menghangatkan kami bertanda perpisahan semakin dekat,setelah menikmati pagi hari dan secangkir kopi kami bergegas untuk makan pagi setelah itu kami membongkar tenda siap untuk menuju pulang.di perjalanan pulang kami ada sedikit problem yang sempat mengejutkan yaitu kami ber4 tersesat keluar jalur pendakian selama kurang lebih 1jam dan satunya lagi om sofyan ada di barisan paling belakang untung saja dia tidak ikut tersesat dan segera meminta pertolongan warga.warga desa mencari selama 3 kali menuju bukit tempat saya dan warkamsi lain hilang tapi saya tidak menemukan warga satu pun,suasana semakin menudung dan pacet menempel di di mana-mana.setelah itu kami kembali ke jalur yang sebelumnya tapi kami masih mencari-cari tempat soalnya kami pindah bukit sebelah cukup capek juga selama itu setelah menemukan jalur pendakian kamui berusaha tidak berpisah sampai ke perkebunan warga .dari sini kami jalan bareng menuju basecamp hujan mulai turun dan di sambut warga yang tadi mencari-cari kami wkwkw cukup aneh juga sih sempet hilang Cuma tinggal turun aja,sampai ke basecamp kami bercerita tentang kronologi kami ber 4 hilang sampe-sampe badan di tempeli pacet,setelah mandi makan kami dapet tumpangan bus menuju kota probolinggo itu sekitar pukul 4 sore katanya bus trakir dan kami mulai berpisah di kota probolinggo.





Banyak pengalaman yang saya dapat di perjalanan ini mulai susah sedih ,senang ,capek tak habis-habis kita lewati bersama.banyak prosedur yang kami lakukan dan banyak waktu yang kami lewatkan selama kurang lebih 6 hari kami jadi dadakan keluarga yang di sebut warkamsi.pengalaman yang akan mengisi di setiap hariku untuk bertemu kalian lagi

yakinn ga mau naik gunung??????


Komentar